Paseban Jati

0

Adipati Karna. Tidak heran bila banyak yang mengagungkan sosok ini. Bahkan dalang sekaliber Ki Narto Sabdo memiliki diskripsi yang spesial untuk tokoh wayang yang satu ini. Bung Karno, tokoh nasionalis dan Panglima Besar Revolusi tidak mampu menutupi rasa kagumnya terhadap seorang Karna.

Karna, dalam bahasa sansekerta yang berarti "Telinga" cukup menggambarkan bagaimana prosesi kelahirannya yang tidak lazim dari seorang Dewi Kunthi, ibunda dari para Pandawa. Alhasil secara biologis, Karna adalah kakak tertua dari ketiga Pandawa, Yusdistira, Bima dan Arjuna.

Berawal dari keisengan Dewi Kunthi untuk menguji kebenaran Mantra yang baru saja diterima dari Sang Guru. Disebutkan bahwa mantra tersebut mampu mengundang Dewa. Namun sayangnya, mantra tersebut diucapkan saat Kunthi sedang mandi. Karena matahari hampir tenggelam, maka yang datang adalah dewa matahari Bathara Surya. Bathara Surya menjadi murka atas tindakan ceroboh Dewi Kunthi, dan sebagai konsekuensinya Dewi Kunthi mengandung benih sang Dewa tanpa melalui proses senggama. Demi menutupi aib, setelah kelahirannya si jabang bayi dihanyutkan disungai. Atas kuasa dewa, jabang bayi tersebut selamat dan ditemukan oleh seorang sais kereta dan diberi nama Karna.

Garis takdirlah yang pada akhirnya mempertemukan Karna dengan ketiga anak Dewi Kunthi dengan Prabu Pandu. Namun sayang Karna berdiri dipihak Kurawa yang tidak menghendaki Yudistira menjadi raja di Hastinapura. Dewi Kunthi yang mengenali kalung dan anting-anting Karna, hadiah dari Bathara Surya setelah kelahirannya berusaha untuk mencegah terjadinya pertempuran antara Karna dengan Arjuna adiknya. Namun Karna tidak bisa merubah keputusannya, dia telah terlanjur terikat sumpah untuk berdiri dipihak Kurawa jika terjadi perang dengan Pandawa.

Karena darmanya sebagai lelaki sejati yang tidak boleh mengingkari sumpahnya, Karna tetap akan melawan adik-adiknya. Namun sebagai wujud bakti seorang anak dan sebagai kakak yang ingin melindungi adik-adiknya, Karna rela melepas kalung dan anting pemberian Bathara Surya yang selama ini dipercayai memiliki kekuatan untuk melindunginya. Pertempuran Karna dan Arjuna tidak bisa dielakkan. Hingga akhirnya Karna gugur ditangan Arjuna. Dia menumbalkan dirinya untuk menghanguskan angkara dibumi Hastina. Dewi Surtikanti yang mengetahui Karna suaminya telah gugur ditangan Arjuna menjadi marah dan bunuh diri dihadapan Arjuna.

Posting khusus Syariat, Tariqat, Hakikat, Makrifat, silahkan kunjungi:

http://sufipedia.blogspot.com
Visit Sufipedia

Jangan lupa dukung Mistikus Channel Official Youtube Paseban Jati dengan cara LIKE, SHARE, SUBSCRIBE:





http://paseban-jati.blogspot.co.id/p/donasi.html
Visit Donasi Paseban Jati

Anda sedang membaca artikel Yang Berjudul Tokoh Wayang Adipati Karna. Jika menurut Anda Tokoh Wayang Adipati Karna bermanfaat mohon bantu sebarkan. Untuk menyambung tali silaturahmi silahkan tinggalkan komentar sebelum meninggalkan Paseban Jati. Jika ingin bergabung menjadi anggota Paseban Jati, silahkan klik DAFTAR. Terima kasih.
Sudah berapa lama Anda menahan rindu untuk berangkat ke Baitullah? Melihat Ka’bah langsung dalam jarak dekat dan berkesempatan berziarah ke makam Rasulullah. Untuk menjawab kerinduan Anda, silahkan klik Mubina Tour Indonesia | Follow FB Fanspages Mubina Tour Indonesia - Sub.

Post a Comment Blogger Disqus

 
Top